Tampilkan postingan dengan label jokowi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jokowi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 26 Oktober 2013

Siapa Sangka, Koran Ternama AS Juga Ulas Jokowi Blusukan - Artikel yang diterbitkan pada Rabu (25/9/2013) itu menceritakan bagaimana Jokowi kerap turun ke jalan untuk mendengar aspirasi warga Jakarta. Berita itu tak lupa menggambarkan bagaimana orang-orang selalu mengerumuni Jokowi saat ia blusukan ke pasar, daerah kumuh, dan lingkungan lainnya.

Media Amerika Serikat The New York Times memberitakan aksi blusukan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dalam kesehariannya memimpin ibu kota. 

Sang wartawan menulis bagaimana orang Jakarta menyalami Jokowi dengan meletakkan tangan Jokowi ke dahi mereka sebagai tanda hormat. The New York Times menyebut Jokowi sebagai pemimpin yang bersedia keluar dari kantornya.

Dalam artikel tersebut, The New York Times mewawancara analis dan pemimpin media massa mengenai pendapat mereka terhadap Jokowi.  

Dalam wawancaranya dengan The New York Times, Jokowi menjelaskan alasannya sering blusukan. Dengan datang ke lapangan, Jokowi bisa menjelaskan program-programnya, sekaligus menampung ide rakyat ke dalam programnya. “Orang bilang ini adalah demokrasi jalanan karena saya yang menemui mereka,” ujar Jokowi. 

Selain itu, The New York Times menyebutkan pencapaian kinerja Jokowi selama masa kepemimpinannya sejak Oktober 2012. Misalnya, Kartu Jakarta Sehat dan Kartu Jakarta Pintar, sistem pembayaran pajak secara online, dan dimulainya proyek transportasi massal.

Juga, upaya Jokowi merelokasi sekitar 7 ribu warga miskin di waduk Pluit Jakarta Utara ke rumah susun. Pemindahan penduduk ini selain merupakan upaya menyejahterakan warga, juga mengatasi banjir akut.

 

The New York Times juga menceritakan perjuangan Jokowi memindahkan pedagang kaki lima dari jalanan Tanah Abang ke dalam pasar yang dikenal sebagai pasar terbesar di Asia Tenggara tersebut, untuk mengurangi kemacetan di pusat Jakarta. 

Wabah Jokowi, Di Jawa Timur Ada Deklarasi Pondok Jokowi Presiden Ku - Wabah cinta Jokowi (Joko Widodo), ternyata merembet ke Jawa Timur, khususnya di Surabaya. Bahkan, gonjang-ganjing soal Jokowi menjadi peresiden 2014-2019, juga digemakan di Kota Pahlawan ini.

Buktinya, Rabu (4/9), di gedung lantai 3 museum Nahdlatul Ulama Jalan Gayungsari Timur Nomor 35, Surabaya, sebuah kelompok masyarakat mendeklarasikan diri sebagai pendukung setia Gubernur DKI Jakarta yang diusung PDI Perjuangan (PDIP) tersebut.

Di Museum NU ini, resmi dibentuk Pondok Jokowi Presiden Ku Jawa Timur atau disingkat Pondok JPK Jatim. Menurut Sekretaris Dewan Koordinator Daerah (DKP) JPK Jawa Timur, Hariyawan Nugroho, tujuan dibentuknya organisasi ini untuk mendorong Jokowi menjadi presiden RI ke 7 menggantikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Melihat rekam jejak Jokowi selama menjadi Gubernur DKI Jakarta, kata Hariyawan, mantan wali kota Solo itu layak menggantikan SBY sebagai presiden. Sebab, Jokowi mampu membuat revolusi birokrasi seperti yang diinginkan rakyat.

"Dengan terbentuknya Pondok JPK Jatim ini, kami akan mendorong PDIP agar mau mencalonkan Jokowi sebagai presiden. Kami sangat optimis, PDIP mau mendengarkan aspirasi ini. Tadi kami juga membuat sebuah petisi berisi permohonan kepada Ibu Mega (Megawati Soekarnoputri), selaku Ketua Umum DPP PDIP agar bersedia mencalonkan Jokowi sebagai presiden," katanya usai menggelar deklarasi, Rabu sore (4/9).

Lebih jauh dia menjelaskan, saat ini rakyat butuh sosok pemimpin seperti Jokowi. "Jadi bukan Jokowi yang menginginkan, tapi rakyatlah yang menginginkan dan butuh Jokowi," tegas dia.

Organisasi cinta Jokowi yang baru saja dideklarasikan itu, sudah memiliki kantong-kantong di 38 kabupaten dan kota se-Jawa Timur.

"Di Jawa Timur, akan menjadi pelopor daerah-daerah lain untuk membentuk Pondok JPK. Tadi ada beberapa daerah yang juga kami undang dan meminta untuk segera dilantik menjadi Pondok JPK di daerahnya masing-masing. Secara nasional, nanti ada DKN, di tingkat provinsi ada DKD, sedang di kabupaten dan kota ada Dewan Pelopor Kabupaten/Kota (DPK)," ujarnya.[mtf]

[ source ]
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!