Tampilkan postingan dengan label dari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dari. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Februari 2014

AFP PHOTO / PORNCHAI KITTIWONGSAKU
Para pemain Singapura merayakan kemenangan di Bangkok, Sabtu (22/12/2012), Singapura kalah 0-1 dari Thailand, namun masih unggul skor agregat 3-2. Dengan demikian, Singapura mencatatkan diri sebagai tim pertama yang meraih trofi keempat Piala AFF. 
 
Singapura sukses menorehkan gelar keempat Piala AFF meski di leg kedua partai final Piala AFF 2012 takluk 0-1 dari Thailand di Stadion Supachalasai, Sabtu (22/12/2012). Gol semata wayang Thailand dicetak Kirati Keawsombut pada babak menit ke-45.

Dengan demikian, skuad asuhan pelatih Radojko Avramovic tersebut meraih juara dengan unggul agregat 3-2. Maklum saja karena pada leg pertama, Singapura berhasil mengalahkan Thailand 3-1.

Thailand yang membutuhkan dua gol untuk memenangkan turnamen ini, langsung menekan Singapura pada menit-menit awal babak pertama. Akan tetapi, pertahanan tim tamu tampil sangat displin, sehingga membuat usaha Teerasil Dangda kerap sia-sia.

Namun, pada injury time, Kirati Keawsombut berhasil membuat asa peluang juara Thailand terbuka lebar setelah berhasil mencetak gol pada menit ke-45. Gol tersebut ditorehkannya memanfaatkan umpan tendangan pojok Datsakorn Thonglao.

Selepas turun minum, Thailang terus melancarkan serangan bertubi-tubi ke pertahanan Singapura. Kirati kembali mendapatkan kesempatan pada menit ke-67, namun usahanya belum membuahkan hasil karena bola tendangannya hanya melayang tipis di atas mistar gawang.

Pelatih Thailand, Winfried Schafer pun melakukan sejumlah pergantian untuk menambah daya gedor skuadnya. Tuan rumah mengubah pola dengan melakukan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti.

Pada menit-menit akhir Thailand mulai frustasi. Apalagi, Singapura tampil dengan semangat tinggi untuk menjaga gawangnya tidak kebobolan. Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 1-0 untuk Thailand tidak berubah dan Singapura langsung berpesta karena keluar sebagai kampiun Piala AFF tahun ini. The Liones pun mencatatkan diri sebagai tim pertama yang memenangi empat trofi bergengsi turnamen Asia Tenggara tersebut.

Susunan Pemain
Thailand:
1-Kawin Thamsatchanan, 2-Panupong Wongsa, 3-Theerathon Bunmathan, 4-Chonlatit Jantakam, 7-Datsakorn Thonglao (20-On-Mo Pipob 70), 9-Kirati Keawsombut (17-Apipu Suntornpanavej 79), 10-Teerasil Dangda, 12-Adul Lahso, 16-Jakkraphan Pornsai (22-Chanathip Songkrasin 75)

Singapura: 1-Mohamad Izwan, 3-Shaiful Esah Nain, 4-Isa Halim, 5-Baihakki Bin Khaizan, 8-Shahdan Bin Sulaiman (10-Fazrul Nawaz 77), 9-Aleksandar Duric, 15-Fahrudin Mustafic, 16-Daniel Bennett, 17-Mohammad Shahril Ishak, 19-Khairul Amri (11-Qiu Li 88), 21-Muhammad Safuwan

Sumber  :   http://bola.kompas.com/read/2012/12/22/2140360/Kalah.dari.Thailand.Singapura.Rebut.Trofi.ke4.AFF.

Jumat, 20 Desember 2013


Pukat udang atau biasa juga disebut pukat harimau adalah jaring yang berbentuk kantong yang ditarik oleh satu atau dua kapal, bisa melalui samping atau belakang. Alat ini merupakan alat yang efektif namun tidak selektif sehingga dapat merusak semua yang dilewatinya.
1. Pukat Udang


Pukat udang atau biasa juga disebut pukat harimau adalah jaring yang berbentuk kantong yang ditarik oleh satu atau dua kapal, bisa melalui samping atau belakang. Alat ini merupakan alat yang efektif namun tidak selektif sehingga dapat merusak semua yang dilewatinya.

Oleh karena itu kecenderungan alat tangkap ini dapat menjurus ke alat tangkap yang destruktif. Aturan-aturan yang diberlakukan pada pengoperasian alat ini relatif sudah memadai, namun pada prakteknya sering kali dijumpai penyimpangan-penyimpangan yang pada akhirnya dapat merugikan semua pihak.

Tujuan utama pukat udang adalah untuk menangkap udang dan juga ikan perairan dasar (demersal fish).



2. Pukat Kantong


Pukat kantong adalah jenis jaring penangkap ikan berbentuk kerucut yang terdiri dari kantong (bag), badan (body), dua lembar sayap (wing) yang dipasang pada kedua sisi mulut jaring, dan tali penarik (warp).

Alat ini tergolong tradisional, tidak merusak lingkungan, dan ukurannya relatif kecil. Pukat kantong terdiri atas payang, dogol, dan pukat pantai.



3. Pukat Cincin (purse seine)


Pukat cincin adalah jaring yang berbentuk empat persegi panjang, dilengkapi tali kerut yang bercincin yang diikatkan pada bagian bawah jaring sehingga membentuk kerut dan seperti mangkuk.

Alat penangkap ini ditujukan untuk menangkap gerombolan ikan permukaan (pelagic fish). Alat tangkap ini tergolong efektif terhadap target spesies dan kecenderungan tidak destruktif.



4. Jaring Insang

[New+Picture+(9).bmp]

Jaring insang adalah jaring berbentuk empat persegi panjang, mata jaring berukuran sama dilengkapi dengan pelampung pada bagian atas dan pemberat pada bagian bawah jaring.

Dioperasikan dengan tujuan menghadang gerombolan ikan oleh nelayan secara pasif dengan ukuran mesh size. Alat penangkap ini terdiri dari tingting (piece) dengan ukuran mata jaring, panjang, dan lebar yang bervariasi.

Dalam operasi biasanya terdiri dari beberapa tinting jaring yang digabung menjadi satu unit jaring yang panjang, dioperasikan dengan dihanyutkan, dipasang secara menetap pada suatu perairan dengan cara dilingkarkan atau menyapu dasar perairan.

Contohnya jaring insang hanyut (drift gillnet), jaring insang tetap (set gillnet), jaring insang lingkar (encircling gillnet), jaring insang klitik (shrimp gillnet), dan trammel net.



5. Jaring Angkat


Jaring angkat adalah suatu alat pengkapan yang cara pengoperasiannya dilakukan dengan menurunkan dan mengangkatnya secara vertikal.

Alat ini terbuat dari nilon yang menyerupai kelambu, ukuran mata jaringnya relatif kecil yaitu 0,5 cm. Bentuk alat ini menyerupai kotak, dalam pengoperasiannya dapat menggunakan lampu atau umpan sebagai daya tarik ikan.

Jaring ini dioperasikan dari perahu, rakit, bangunan tetap atau dengan tangan manusia. Alat tangkap ini memiliki ukuran mesh size yang sangat kecil dan efektif untuk menangkap jenis ikan pelagis kecil.

Kecenderungan jaring angkat bersifat destruktif dan tidak selektif. Contoh jaring angkat adalah bagan perahu atau rakit (boat / raft lift net), bagan tancap (bamboo platform lift net), dan serok (scoop net).



6. Mata Pancing


Pancing adalah salah satu alat penangkap yang terdiri dari dua komponen utama, yaitu : tali (line) dan mata pancing (hook). Jumlah mata pancing berbeda-beda, yaitu mata pancing tunggal, ganda, bahkan sampai ribuan.

Prinsip alat tangkap ini merangsang ikan dengan umpan alam atau buatan yang dikaitkan pada mata pancingnya.

Alat ini pada dasarnya terdiri dari dua komponen utama yaitu tali dan mata pancing. Namun, sesuai dengan jenisnya dapat dilengkapi pula komponen lain seperti : tangkai (pole), pemberat (sinker), pelampung (float), dan kili-kili (swivel).

Cara pengoperasiannya bisa di pasang menetap pada suatu perairan, ditarik dari belakang perahu/kapal yang sedang dalam keadaan berjalan, dihanyutkan, maupun langsung diulur dengan tangan.

Alat ini cenderung tidak destruktif dan sangat selektif. Pancing dibedakan atas rawai tuna, rawai hanyut, rawai tetap, pancing tonda, dan lain-lain.



7. Bubu


Bubu adalah salah satu alat penangkap yang bersifat statis, umumnya berbentuk kurungan, berupa jebakan dimana ikan akan mudah masuk tanpa adanya paksaan dan sulit keluar karena dihalangi dengan berbagai cara.

Bahan yang digunakan untuk membuat perangkap : bambu, rotan, kawat, jaring, tanah liat, plastik, dan sebagainya. Pengoperasiannya di dasar perairan, di permukaan perairan, di sungai daerah arus kuat, dan di daerah pasang surut.

Alat ini cenderung selektif, karena ikan terperangkap di dalamnya. Meskipun cenderung tidak destruktif, namun untuk jermal (stow net) maka pengaturan mesh size jaringannya dan juga lokasi pemasangannya harus sesuai.

Contoh perangkap adalah sero (guiding barrier), jermal (stow net), bubu (portable trap) dan perangkap lain.



8. Pengumpul kerang dan rumput laut

Jenis Rake (alat penangkap pengumpul kerang/rumput laut)

Alat pengumpul kerang dan rumput laut pada umumnya di desain dengan pengoperasian yang sederhana dan pengusahaannya dilakukan dengan skala yang kecil. Alat ini selektif dan tidak destruktif, karena ditujukan untuk menangkap target seperti kerang-kerangan.

Contoh pengumpul kerang adalah garuk (rake), cengkeraman, dan ladung kima. Sedangkan, contoh pengumpul rumput laut berupa alat sederhana berbentuk galah yang ujungnya bercabang. Akan tetapi, alat ini merusak habitat lingkungan perairan kalau tidak dilakukan sesuai prosedur.



9. Pukat Ikan Karang (muro-ami)


Pukat ikan karang (muro-ami) adalah suatu alat penangkapan yang dibuat dari jaring, yang terdiri dari sayap dan kantong yang dalam pengoperasiannya dilakukan penggiringan ikan-ikan yang akan ditangkap agar masuk ke bagian kantong yang telah dipasang terlebih dahulu.

Alat ini cenderung tidak destruktif dan tidak merusak ekosistem, karena metode pengoperasiannya yang tidak sampai merusak karang.

Penggunaan alat ini dilakukan oleh beberapa nelayan dengan berenang, mengejutkan ikan-ikan karang sambil membawa alat penggiring. Dinamakan pukat ikan karang karena tujuan utamanya adalah menangkap jenis-jenis ikan karang.



10. Tombak


Terdiri dari batang (kayu, bambu) dengan ujungnya berkait balik (mata tombak) dan tali penarik yang diikatkan pada mata tombak. Tali penariknya dipegang oleh nelayan kemudian setelah tombak mengenai sasaran tali tersebut ditarik untuk mengambil hasil tangkapan.

Senapan adalah alat penangkap yang terdiri dari anak panah dan tangkai senapan. Penangkapan dengan senapan umumnya dilakukan dengan cara melakukan penyelaman pada perairan karang. Untuk penangkapan dengan panah biasa, umumnya dilakukan dekat pantai atau perairan dangkal.

[New+Picture+(12).bmp]

Harpun Tangan adalah alat penangkap yang terdiri dari tombak dan tali panjang yang diikatkan pada mata tombak. Harpun tangan ini ditujukan untuk menangkap paus, dimana tombak langsung dilemparkan dengan tangan kearah sasaran (paus) dari atas perahu.

Kecenderungan alat tangkap yang relatif sederhana ini tidak destruktif dan sangat selektif, karena ditujukan untuk menangkap suatu spesies. Tetapi alat ini dapat merusak habitat bila disalahgunakan.

Sumber :
haxims.blogspot.com

Senin, 16 Desember 2013

Merupakan kebanggaan bagi bangsa ini ketika dunia akhirnya mengakui makanan paling enak itu ada di Indonesia. Tak main-main, survei tersebut dilakukan web kuliner dengan kredibilitas baik, CNNgo.com.

Kabar ini mungkin sedikit terlambat, mengingat keputusan tersebut berlaku sejak 7 September 2011 silam. Setidaknya, hingga saat ini belum ada yang menggeser makanan terlezat di dunia.

 anugerah-travel.com


Makanan apa, sih? Pasti sudah banyak yang tahu, yakni Rendang. Namun, tahukah kamu ada yang "salah kaprah" soal rendang?

1. Rendang sebenarnya bukan nama makanan, tapi teknik memasak.
Reno Andam Suri (40), penulis buku Rendang Traveler dan pemilik situs rendangunifarah.com menegaskan soal kesalahan tanggapan akan rendang, "Mirip masakan oseng-oseng atau tumis, sesungguhnya menyebut teknik memasaknya, yaitu dengan mengoseng atau menumis, lalu bergeser menjadi bagian dari nama masakan."

2. Rendang berasal dari Minangkabau, bukan Padang.
Rendang adalah masakan tradisional Minang yang resepnya diwariskan turun temurun. Rendang dibuat dari daging sapi atau daging kerbau yang dimasak dengan santan kental dan bumbu-bumbu dan dimasak hingga kering dan berwarna kehitaman.

Dalam memasak rendang pun walaupun resep dasarnya sama, tiap daerah menampilkan cara memasak dan bumbu rendang yang agak berbeda. Daerah darek, atau daerah Minangkabau di pedalaman seperti Tanah Datar, Payakumbuh, Bukittinggi, Agam bumbu rendangnya lebih sederhana, begitu juga teknik memasaknya. Rasa rendangnya juga terasa manis tanpa banyak aroma rempah.

Sedangkan rendang daerah pesisir seperti Pariaman dan Pesisir Selatan banyak menambahkan bumbu rempah lainnya sehingga rasa rendangnya lebih pedas dan aroma rempahnya terasa.

Rendang juga tidak selamanya menggunakan daging sapi, melainkan banyak lagi ragamnya, antara lain:

1. Rendang belut - Khas Batusangkar
2. Rendang lokan (sejenis kerang  air tawar) - dari kota-kota pesisir seperti Painan dan Pariaman.
3. Rendang Itiak - Khas Bukit tinggi. Rendang ini menggunakan daging itik. Gulai itiak lado mudo, begitu kira-kira sebutannya.
 
 Rendang Itiak / djarumfoundation.org


4. Rendang Jariang - Kamu tahu apa itu Jariang? Yakni sebutan untuk jengkol. Rendang ini biasanya menggunakan irisan hati sapi sebagai campuran.

 Rendang Jariang / urangkadai.blogspot.com


5. Rendang Telur. Jangan bayangkan telur rebus bulat yang begitu saja dimasukkan ke kuah rendang, melainkan telur diolah menjadi keripik, lalu dimasak dalam kuah santan sampai kering dan renyah.

Rendang telur / rendangyet.blogspot.com


Rendang memiliki filosofi tersendiri bagi masyarakat Minang Sumatera Barat, yaitu musyawarah dan mufakat, yang berangkat dari empat bahan pokok yang melambangkan keutuhan masyarakat Minang:

1. Dagiang (daging sapi), merupakan lambang dari "Niniak Mamak" (para pemimpin Suku adat)
2. Karambia (kelapa), merupakan lambang "Cadiak Pandai" (kaum Intelektual)
3. Lado (cabai), merupakan lambang "Alim Ulama" yang pedas, tegas untuk mengajarkan syariat agama
4.  Pemasak (bumbu), merupakan lambang dari keseluruhan masyarakat Minangkabau.

Dalam tradisi Minangkabau, rendang adalah hidangan yang wajib disajikan dalam setiap perhelatan istimewa, seperti berbagai upacara adat Minangkabau, kenduri, atau menyambut tamu kehormatan.

Sumber:
Reader Digest Indonesia & wikipedia
Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!